Tangerang Selatan, AsriNews – Di tengah langkahnya menuju masa pensiun, Hajah Ratnawati, S.Pd., M.M., Pelaksana Tugas (PLT) Kepala SMPN 6 Tangerang Selatan, terus meneguhkan komitmennya dalam memajukan pendidikan berkualitas. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia pendidikan, sosok yang dikenal tegas namun hangat ini meninggalkan jejak inspiratif bagi guru dan siswa.
Ratnawati mulai mengabdi sebagai guru sejak 1986 di SMPN 1 Tangerang Selatan. Kariernya terus menanjak: Kepala Sekolah di SMPN 13 (2019), PLT di SMPN 24 (2020), lalu menjadi Kepala Sekolah definitif di SMPN 9 hingga 2023. Sejak Oktober 2024, ia dipercaya memimpin SMPN 6 sebagai PLT.
“Tidak ada perbedaan antara PLT dan kepala definitif. Yang penting adalah amanah dijalankan dengan tanggung jawab,” ujar Ratnawati.
Sekolah Favorit dengan Dukungan Masyarakat
SMPN 6 Tangerang Selatan saat ini menampung 1.518 siswa dengan dukungan 69 tenaga pendidik dan kependidikan, yang terdiri dari 54 guru, 7 tenaga tata usaha, 5 petugas kebersihan, dan 3 petugas keamanan. Jumlah ini sempat lebih besar sebelum beberapa pegawai pensiun.
Ratnawati menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat sangat besar. Tanpa mereka, sekolah tidak akan berkembang,” katanya.
Prestasi siswa pun tak luput dari perhatian. Salah satu kebanggaan adalah capaian juara pantomim tingkat provinsi pada tahun 2024, bukti nyata dari dukungan terhadap minat dan bakat siswa.
Gizi Seimbang untuk Prestasi Optimal
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Ratnawati menyoroti pentingnya asupan sehat bagi proses belajar siswa. Meski program MBG belum menyeluruh di Tangerang Selatan, SMPN 6 telah mengimbau siswa membawa bekal bergizi dari rumah.
“Gizi adalah prioritas. Menu harus sehat agar siswa bisa belajar dengan optimal,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya distribusi yang lancar dan variasi menu agar program ini berkelanjutan.
Sekolah yang Dirindukan
Menjelang purnatugas pada Oktober 2025, Hajah Ratnawati memiliki harapan sederhana namun bermakna:
“Saya ingin SMPN 6 menjadi sekolah yang dirindukan siswa. Tempat belajar yang nyaman dan membahagiakan.”
Dedikasinya menjadi cerminan bahwa kepemimpinan di dunia pendidikan tidak hanya soal jabatan, tapi juga soal pengabdian sepenuh hati.
