Tangerang , asrinews.com – Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 12 Kabupaten Tangerang, MA, membantah tudingan terkait penyelewengan Dana BOS yang diterbitkan oleh beberapa media online. Dalam klarifikasinya yang disampaikan melalui salah satu media pada Senin, 23 Juli 2024, MA menyatakan bahwa informasi yang beredar tersebut keliru dan dirinya tidak diberikan kesempatan yang memadai untuk menjelaskan situasi sebenarnya.
“Informasi yang beredar dalam pemberitaan di beberapa media online saya tegaskan keliru, karena saya tidak diberikan ruang yang cukup untuk menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya,” ujar MA dalam klarifikasinya.
Namun, pernyataan MA ini mendapat tanggapan dari Herwanto, Pimpinan Redaksi PT. SMM Group, yang pertama kali mempublikasikan dugaan tersebut. Herwanto menjelaskan bahwa berita yang dimuat berdasarkan bukti yang valid, termasuk fotokopi percakapan dan tangkapan layar (screenshot) WhatsApp antara MA dan seorang temannya.
“Berita terkait penyelewengan Dana BOS itu didapat dari wartawan yang bertugas di lapangan dengan disertai bukti fotokopi percakapan yang dikirim ke redaksi. Bukti tersebut sudah cukup untuk pemberitaan,” tegas Herwanto pada Selasa, 30 Juli 2024.
Herwanto juga menceritakan bahwa setelah berita tersebut dimuat, MA datang ke redaksi PT. SMM untuk bertemu dengan Pimpinan Redaksi. Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat, 19 Juli 2024, pukul 14.10 WIB di Ruang Redaksi.
“Kami sudah menawarkan kepada MA untuk memberikan hak jawab jika merasa dirugikan oleh pemberitaan tersebut. Redaksi pasti akan memberikan ruang dan menayangkan hak jawab tersebut. Namun, MA hanya menceritakan bahwa dirinya sudah tahu siapa yang membocorkan masalah ini,” lanjut Herwanto.
Herwanto menegaskan bahwa bukti percakapan di WhatsApp tersebut memang sudah diakui oleh MA sebagai percakapan dirinya dengan seseorang.
“Silakan membuat bantahan, tapi redaksi kami memiliki bukti. Kami akan cek nomor HP tersebut,” sambungnya.
Herwanto juga menyatakan bahwa jika MA membuat bantahan di media lain sambil menyudutkan media di bawah naungan PT. SMM Group, pihaknya akan terus mengungkap kebenaran terkait dugaan penyelewengan Dana BOS di SMKN 12 Kabupaten Tangerang.
Selain itu, Herwanto menyebutkan bahwa pihaknya berencana melaporkan dugaan upaya penyuapan yang dilakukan oleh MA terhadap wartawan.
“Ini termasuk kategori penyuapan, karena setelah ditolak, MA secara diam-diam menaruh amplop yang diduga berisi uang di meja Pimpinan Redaksi. Sampai sekarang, uang tersebut masih tersimpan di meja Pimpinan Redaksi,” pungkas Herwanto.
