Tangerang, AsriNews — Ketua Gemilang Nusantara, Yanuar Prastyo, menyampaikan kekhawatiran atas dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh proyek reklamasi Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dan keberadaan pagar laut yang mengubah ekosistem pesisir di wilayah utara Tangerang.
Menurut Yanuar, pembangunan kawasan elit PIK 2 dan infrastruktur pendukung seperti pagar laut tidak hanya menghadirkan tantangan sosial, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kelestarian ekosistem pesisir dan kehidupan masyarakat nelayan.
“Pengembangan kawasan pesisir harus mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan kelestarian lingkungan,” ujar Yanuar, Selasa (5/2/2025).
Ancaman Lingkungan dan Kehidupan Nelayan
Penimbunan laut serta perubahan garis pantai akibat proyek reklamasi ini disebut telah mengancam keanekaragaman hayati laut, mengganggu jalur migrasi ikan, dan mengurangi akses nelayan tradisional ke laut.
“Jika reklamasi dan pagar laut terus dilanjutkan tanpa pengelolaan yang baik, ancaman banjir rob dan kerusakan ekosistem pesisir akan semakin besar,” tambah Yanuar yang juga merupakan warga asli Tangerang.
Usulan Solusi Berbasis Lingkungan
Sebagai upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan, Gemilang Nusantara mengusulkan beberapa langkah konkret:
- Restorasi Ekosistem Mangrove:
Menggalakkan penanaman mangrove di sepanjang pesisir Tangerang untuk menstabilkan garis pantai, mencegah abrasi, dan menyediakan habitat alami bagi fauna laut. - Revisi Desain Infrastruktur Pesisir:
Mengkaji ulang desain pagar laut agar tidak sepenuhnya menghalangi sirkulasi air laut. Solusi berupa teknologi ramah lingkungan dapat menjadi alternatif untuk menjaga ekosistem tetap seimbang. - Penguatan Mitigasi Banjir Rob:
Membangun tanggul yang terintegrasi dengan sistem drainase berbasis teknologi hijau untuk menjaga ekosistem pesisir tetap berfungsi optimal. - Pemberdayaan Nelayan Lokal:
Melibatkan masyarakat nelayan dalam pengelolaan pesisir serta menyediakan akses alternatif melalui dermaga ramah lingkungan. - Kajian Lingkungan Partisipatif:
Menggandeng akademisi, masyarakat sipil, dan pemerintah untuk melakukan kajian dampak lingkungan yang komprehensif, berbasis riset, dan partisipatif.
Desakan untuk Tindak Lanjut Kasus Pagar Laut
Di sisi lain, Yanuar menyoroti lambannya penanganan kasus terkait keberadaan pagar laut yang dinilai bermasalah.
“Ini kan kasus sudah berkepanjangan. Mana mungkin sampai saat ini masih belum tertangkap oknumnya siapa dan yang harus bertanggung jawab siapa,” tegasnya.
Gemilang Nusantara mendesak Presiden Republik Indonesia dan Kapolri untuk turun tangan langsung menyelesaikan permasalahan ini.
“Ini sudah jadi masalah nasional, harusnya jadi atensi Presiden dan Kapolri,” tutup Yanuar.
