foto pagar laut di bekasi, direspon dedi mulyadi

Dedi Mulyadi Buka Suara tentang Pagar Laut Bekasi

Bekasi, AsriNewsKeberadaan pagar laut di Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, kembali menjadi perbincangan publik. Pagar yang telah berdiri selama sembilan bulan ini menimbulkan polemik, terutama di kalangan nelayan yang merasa akses mereka ke laut terbatas. Tak hanya itu, proyek ini juga mengundang perhatian gubernur Jawa Barat terpilih, Kang Dedi Mulyadi.

Pagar laut tersebut dilaporkan merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan sebuah perusahaan swasta. Namun, tujuan pembangunan pagar ini masih belum jelas. Nelayan setempat mengeluhkan dampaknya terhadap wilayah tangkapan ikan mereka, yang kini semakin terbatas.

Baca juga:  Jelang Debat Kedua Pilkada Jabar: PSM Soroti Isu Moratorium Tambang di Jawa Barat

Dedi Mulyadi Pertanyakan Kompensasi Kepada Nelayan Atas Pagar Laut di Bekasi, Apa Hubungannya?

Menanggapi situasi ini, Kang Dedi Mulyadi menyampaikan tanggapan tegas melalui video yang diunggah di media sosial. “Berdasarkan informasi yang saya terima, proyek ini adalah kerja sama antara Pemprov Jabar dan pihak swasta. Namun, saya belum mengetahui kerja sama ini bertujuan untuk apa, apalagi apakah hal ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” kata Kang Dedi.

Baca juga:  Kang Dedi Dijadwalkan Hadiri Seba Baduy, Warga Adat Sambut Antusias

Ia juga menyoroti soal prinsip keadilan dan lingkungan hidup dalam pembangunan proyek tersebut. “Jika nanti saya dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat, saya akan meminta penjelasan langsung kepada Kepala Dinas Kelautan terkait proyek ini. Apabila ternyata bertentangan dengan prinsip lingkungan hidup dan keadilan, maka tidak ada kompromi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kang Dedi mempertanyakan hubungan antara kompensasi yang diberikan kepada nelayan dan pembangunan pagar tersebut. “Apa kaitannya kompensasi dengan pemagaran laut?” ucapnya. Ia berjanji untuk mengkaji persoalan ini secara menyeluruh bersama para pemangku kepentingan.

Baca juga:  Polemik Sertifikat HGB dan SHM di Pagar Laut Tangerang: Kementerian ATR/BPN Lakukan Penelusuran