Estetika Stadion Mini Ciputat di Sorot, Pengelolaan di Nilai Utamakan Komersialisasi

Ciputat, Tangerang Selatan – Meskipun telah mendapatkan revitalisasi pada tahun 2020 dengan investasi sekitar Rp.33 miliar, kondisi Stadion Mini di Ciputat kini mulai menuai keprihatinan.

Dalam sebuah diskusi eksklusif, sejumlah pihak yang terkait dengan pengelolaan dan penggunaan stadion ini mengungkapkan sejumlah kendala, terutama terkait perawatan lapangan yang masih diamanahkan kepada “tangan ketiga.”

Dalam percakapan yang berlangsung melalui sambungan WhatsApp, Muhamad Iyon, wakil ketua PSSI persatuan sepakbola seluruh Indonesia Kota Tangsel menyatakan, pengelolaan stadion mini di pihak ketigakan.

“Kalau buat sih masih, cuma perawatannya itu kan tangan ketiga ya. Kita juga kurang paham.”terang M Iyon

Pernyataan ini menunjukkan bahwa pengelolaan perawatan stadion tidak sepenuhnya berada di tangan pengelola utama yakni Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangsel, melainkan dialihkan kepada pihak ketiga.

Asumsi ini pun masih menjadi pertanyaan, meskipun menuai anggapan bahwa stadion Mini Ciputat (SMC) masih layak dan ideal untuk menggelar pertandingan sepakbola. Namun, cara pakai pinjam lapangan tersebut menggunakan sistem sewa menyewa.

Baca juga:  Maling Modus Pecah Kaca Mobil Terjadi di Pamulang, Laptop Korban Raib

“Sewa kita ikutin prosedur. Walaupun enggak sewa, kita buat pengajuan pinjam pakai gitu. Kami cabor di Koni tetap mengikuti mekanisme pemanfaatannya dilakukan melalui pengajuan resmi ke pihak sub yang berada di bawah pengawasan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora),” bebernya

Saat di tanya perawatan yang di lakukan pengelola SMC, ia berharap pengelola memperhatikan kebersihan dan keindahan lapangan tersebut.

“Ya masih bagus sih, cuma rumput aja. Karena kemarin hujan-hujan itu dipaksakan pakai apa segala macam jadi rumputnya ya gitulah.Harapan saya agar pihak terkait, terutama Pemerintah Kota (Pemkot), dapat segera melakukan evaluasi dan perbaikan,” ujarnya

Baca juga:  Proyek Pedestrian di Jalan Raya Puspiptek Dikeluhkan Warga, Material Berserakan dan Belum Rampung

Ia menambahkan, lantaran pengelolaan stadion sudah jatuh ke tangan orang lain ataupun pihak ketiga, minimal perawatannya mereka lebih di prioritaskan dan di jaga dengan baik.

“Menurut saya sih ketika cuaca tidak mendukung, tolong jangan dipaksakan untuk pemakaiannya. Kan demi kelayakan lapangan juga kan gitu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Prasarana Dispora Tangsel Arif Afwan Taufani (Topan) saat di konfirmasi menyebutkan, lapangan tersebut tidak di pihak ketigakan. Informasi terakhir menyebutkan bahwa pengelolaan fasilitas olahraga di Tangerang Selatan masih berada di bawah koordinasi UPT Unit Pelaksana Sarpras yang bernaung di bawah Dispora.

“Kemarin itu kalau ada kepala UPT-nya unit pelaksana sarpras. Temuin aja biar kenal, biar tahu. Ga ada pihak ketiga,” ujar Topan saat di hubungi wartawan melalui sambungan WhatsApp (18/3/2025)

Baca juga:  Penandatanganan Kerjasama SPAM Tangsel Tertunda, Sekda: Hanya Kendala Administratif

Dari pantauan media di lapangan, halaman depan stadion sering dijadikan tempat parkir liar dan lokasi pembuangan sampah ilegal yang menimbulkan bau tak sedap. Stadion Mini Ciputat yang seharusnya menjadi fasilitas olahraga bagi masyarakat, kini justru terbengkalai dan tampak kumuh.

Alih-alih dapat pemandangan indah, pemandangan stadion yang berdekatan dengan SMP/SMAN PGRI Ciputat, SMAN 1 Ciputat, dan SDN Ciputat ini juga menjadi tempat komersil berjualan para pedagang kaki lima.

Keberadaannya yang strategis di kawasan pendidikan seharusnya bisa dimanfaatkan lebih baik, tetapi justru dibiarkan tanpa pengelolaan yang optimal.

Meski begitu, kejelasan mengenai peran dan identitas pihak ketiga yang menangani perawatan stadion masih menjadi tanda tanya. Ia menegaskan bahwa perihal pengelolaan resmi oleh pihak ketiga masih dalam tahap pengawasan dan penyusunan administrasi yang bersifat formal. (Adt)