PWI Banten dan HKTI Banten Siap Bangun Sinergi untuk Swasembada Pangan 

Tangerang Selatan, AsriNews – Ketua PWI Provinsi Banten, Rian Nopandra, didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi Teguh Akbar Idham dan Ketua PWI Tangsel Edi Riyadi, mengunjungi kediaman Ketua DPD HKTI Banten, Asep Jatnika Sutrisno. Kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus ucapan selamat atas terpilihnya Asep sebagai Ketua HKTI Banten periode 2025-2030 secara aklamasi pada Musda HKTI Banten, 4 Januari lalu.  

Ketua PWI Banten, yang akrab disapa Opan, menyatakan kesiapan organisasi pers yang dipimpinnya untuk bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk HKTI, demi mendukung pembangunan daerah.

“Kolaborasi ini penting dalam menghadapi tantangan pembangunan, termasuk di sektor pertanian,” kata Opan.  

Menanggapi hal tersebut, Asep menyambut hangat niat baik dari PWI Banten. Ia menegaskan kesiapannya untuk membangun sinergi yang kuat demi mendukung program peningkatan swasembada pangan di Banten.  

Program Prioritas HKTI Banten

Dalam pertemuan tersebut, Asep memaparkan sejumlah program unggulan yang telah disiapkan HKTI, seperti intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian melalui konversi pupuk kimia menjadi pupuk organik yang terbukti meningkatkan hasil produksi pangan.  

“Program ini tidak hanya berbasis tanaman pangan, tetapi juga melibatkan sektor peternakan dan perikanan. Misalnya, potensi kambing Kosta dan domba Garut yang bernilai ekonomis tinggi. Selain sebagai bahan konsumsi, ternak ini juga diminati untuk hobi,” ujar Asep.  

Asep juga menyoroti potensi hortikultura di Banten, termasuk pengembangan sayuran dan buah-buahan di lahan-lahan yang belum termanfaatkan secara optimal. “Ketahanan pangan yang meningkat pasti berdampak pada kesejahteraan petani,” tambahnya.  

Kolaborasi untuk Swasembada Pangan  

HKTI Banten berkomitmen untuk mendukung visi swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui pendekatan dari hulu ke hilir. “Dibutuhkan kerja sama lintas sektor—pemerintah, investor, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan,” tegas Asep.  

Asep juga menambahkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan pembentukan plasma masyarakat untuk pengembangan unggas sebagai bagian dari kontribusi HKTI dalam meningkatkan produksi pangan.  

“Kami ingin memastikan program HKTI benar-benar dirasakan manfaatnya bagi petani dan masyarakat di Banten,” tutup Asep.