Majelis Mujahidin (MM) wilayah Soloraya, bekerja sama dengan BAIS TNI, menggelar seminar nasional dengan tema "Membangun Wawasan Kebangsaan NKRI untuk Mewujudkan Generasi Religius dan Nasionalis

BAIS TNI dan Majelis Mujahidin Soloraya Membangun Wawasan Kebangsaan untuk Generasi Religius dan Nasionalis

SOLORAYA, asrinews.com Dalam upaya memperkuat rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan di tengah gejolak dinamika bangsa, Majelis Mujahidin (MM) wilayah Soloraya, bekerja sama dengan BAIS TNI, menggelar seminar nasional dengan tema “Membangun Wawasan Kebangsaan NKRI untuk Mewujudkan Generasi Religius dan Nasionalis”. Acara ini berlangsung pada 11 Agustus 2024, dan berfokus pada pembekalan wawasan kebangsaan dari perspektif Islam bagi generasi muda.

Kolonel Inf Sansan Iskandar, yang mewakili Mabes TNI dalam sambutannya, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya seminar ini. “Kegiatan ini sangat penting sebagai sarana untuk membentuk sikap cinta tanah air, bela negara, serta mempererat persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Kolonel Sansan.

Baca juga:  Wacana TNI Boleh Berbisnis Tuai Polemik, DPR RI Soroti Kesejahteraan Prajurit

Seminar tersebut menghadirkan tiga pembicara utama, yaitu Ahmad Muhammad Mustain Nashoha, ulama muda sekaligus dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Kolonel Laut (KH) Amirudin S.Ag, M.Si dari Pusbintal TNI, dan Ketua Majelis Mujahidin M. Shobarin Syakur, B.Sc. Mereka menyampaikan pandangan mendalam tentang bagaimana nilai-nilai agama dan nasionalisme dapat berjalan beriringan.

Kolonel Laut (KH) Sholeh Amirudin menekankan pentingnya pengembangan mental yang kuat berdasarkan nilai-nilai agama untuk memperkuat nasionalisme. Sementara itu, Kyai Mustain Nashoha mengingatkan bahwa Pancasila, sebagai dasar negara, memiliki relevansi dengan ajaran Islam dan menekankan bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari iman.

Baca juga:  Pemprov Banten Kolaborasi dengan BAIS TNI Gelar Pelatihan Budidaya Ikan untuk Masyarakat Mitra Deradikalisasi

Ketua Majelis Mujahidin, M. Shobarin Syakur, menegaskan pentingnya prinsip Baldatun Toyyibatun Wa Rabbun Ghaffur dalam membangun negara yang adil dan maslahat bagi seluruh rakyat. Ia juga menyoroti peran penting ulama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, yang tidak boleh dilupakan dalam perjalanan bangsa.

Seminar ini dihadiri oleh sekitar 350 peserta, termasuk generasi muda, anggota Majelis Mujahidin, dan berbagai Ormas Islam di Soloraya. Suasana seminar berlangsung dinamis, dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam mengajukan pertanyaan dan memperkaya diskusi. Acara ini berjalan lancar, menunjukkan kuatnya keterkaitan antara agama dan kebangsaan dalam membangun bangsa.

Baca juga:  Seminar Internasional di Medan Ungkap Kondisi Uyghur: Genosida dan Perjuangan Hak Asasi Manusia