Warga Villa Mutiara Ciputat Tolak Perpanjangan Izin Tower BTS, Khawatir Keselamatan dan Gangguan Aktivitas

Tangerang Selatan, asrinews.com – Warga Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, menolak rencana perpanjangan izin menara Base Transceiver Station (BTS) milik PT Solusi Tunas Pratama (STP) yang berdiri di lingkungan mereka.

Menara setinggi sekitar 30 meter di RT 006 RW 04 itu hanya berjarak sekitar tujuh meter dari rumah warga. Keberadaannya dinilai mengganggu kenyamanan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan, terutama karena usia tower yang sudah dua dekade.

Baca juga:  Truk Pengangkut Hebel Terguling di Ciputat, Lalu Lintas Sempat Tersendat

Spanduk penolakan terpasang di Jalan Permata, Villa Mutiara. Dalam spanduk itu, warga menegaskan keberatan terhadap perpanjangan izin BTS karena merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses persetujuan.

Seorang warga mengaku kerap terganggu dengan aktivitas teknisi tower, terutama saat perawatan dilakukan malam hari.

“Pernah petugas datang tengah malam, sekitar jam 2:30, katanya mau perbaikan. Itu jelas mengganggu istirahat warga,” ujar warga yang tidak mau mengungkap namanya itu, Selasa (21/10/2025).

Baca juga:  Oyo Syari’ah di Pondok Hijau Jadi Sorotan, Diduga Alih Fungsi Bangunan

Selain kebisingan, warga juga khawatir tower tersebut roboh saat hujan deras dan angin kencang. “Yang punya lahan rumahnya jauh dari tower, tapi kami yang dekat merasa tidak aman,” katanya.

Warga menyesalkan minimnya sosialisasi dari pihak perusahaan. Bahkan, ada yang mengaku mendapat tekanan dari seseorang yang mengaku bagian legal perusahaan saat mempertanyakan izin tower.

Ketua RT 04, RW 04, Villa Mutiara, Guntoro, membenarkan keresahan warganya. Ia mengaku sudah meminta pemilik lahan untuk memfasilitasi pertemuan antara warga dan pihak PT STP, namun belum ada tanggapan.

Baca juga:  Penataan Kawasan Kumuh Serua Rampung, Disperkimta Tangsel Utamakan Kebutuhan Warga

“Sebelum izin diperpanjang, kami ingin ada pertemuan dulu supaya warga bisa menyampaikan keluhan langsung. Tapi sudah lebih dari sebulan belum ada tindak lanjut, jadi warga pasang spanduk,” ujarnya.