Tangerang Selatan, Asrinews.com – Peningkatan Overpass Bintaro di Ciputat tidak hanya berfokus pada pelebaran jalan, tetapi juga perubahan menyeluruh pada sistem sirkulasi lalu lintas. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan mengurangi potensi kemacetan.
Selama ini, kondisi lalu lintas di Overpass Bintaro dikenal padat dengan antrean panjang, terutama pada jam sibuk. Selain kapasitas jalan yang terbatas, belum optimalnya pengaturan arus kendaraan turut memperburuk situasi.
Dalam penanganannya, pemerintah akan menerapkan medianisasi pada area overpass dan simpang untuk menertibkan pergerakan kendaraan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi konflik arus yang selama ini terjadi di persimpangan.

“Pengaturan sirkulasi dilakukan untuk mengakomodir pergerakan dan meningkatkan keselamatan, baik kendaraan yang keluar-masuk lokasi maupun kendaraan terusan berkaitan dengan mendesain radius tikungan yang memadai,” kata Ayep Jajat Sudrajat Kepala Dishub Tangsel, Kamis (30/4/2026).
Fasilitas putar balik (u-turn) juga akan dibangun untuk kendaraan roda dua dan roda empat dari arah Jalan Merpati Raya. Pembangunan ini membutuhkan pembebasan lahan sekitar 2.004 meter persegi, mengingat sebelumnya tidak tersedia fasilitas serupa.
Selain itu, jalur pejalan kaki selebar 1,5 meter akan disediakan di kedua sisi jalan. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Perubahan desain juga mencakup perbaikan radius tikungan agar lebih aman bagi kendaraan yang masuk dan keluar kawasan. Pengaturan sirkulasi ini diharapkan mampu menciptakan arus lalu lintas yang lebih tertib dan efisien.
Dengan kombinasi pelebaran jalan dan rekayasa lalu lintas tersebut, kawasan Overpass Bintaro ditargetkan mengalami peningkatan kinerja secara signifikan.
“Pembangunan jembatan Overpass Bintaro diharapkan akan meningkatkan kinerja lalu lintas dari VCR 0,84 (LOS D) menjadi VCR 0,39 (LOS B),” ucapnya.(Adv)
