Pemkot Tangsel Wujudkan 2.400 Septictank untuk Warga

Asrinews, Tangerang Selatan – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang ( DCKTR) telah berhasil membangun sebanyak 2.400 tangki septik (Septictank) untuk masyarakat dalam kurun waktu 2023- 2024.

Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SBM) itu dilakukan dengan mewujudkan membangun Septictank untuk mewujudkan Tangsel Sehat. Selain itu program Pemkot Tangsel, pembangunan Septictank juga merupakan usulan warga Tangsel yang tidak memiliki jamban.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menjelaskan terkait itu. Menurut Benyamin, program Septictank itu sudah dilakukan sejak tahun 2023 lalu.

“Program septictank ini sesungguhnya sudah dilakukan dari tahun lalu sampai tahun ini ada 2.400 unit septictank pribadi yang sudah dibangun. Hari ini, kita meresmikan 123 unit septictank di Parigi Lama sebagai bagian dari program wajib perbaikan sanitasi ini,” terang Benyamin Davnie.

Baca juga:  ASN Tangsel yang Main Judi Online Terancam Tidak Naik Jabatan

Benyamin Davnie, pun menjelaskan bahwa pembangunan tangki septik merupakan bagian dari upaya menciptakan kota yang sehat. Benyamin pun juga menekankan pentingnya pembangunan tangki septik sebagai langkah untuk menjaga kesehatan lingkungan dan pemukiman.

“Kita membangun kampung kita, pemukiman kita, rumah kita, selain mungkin jalannya, selain lampu penerangan jalan umum (PJU) atau bangun drainasenya, kita juga jangan lupa untuk membangun septictank,” tuturnya.

Orang nomor satu di Tangsel itu juga mengucapkan terima kasih kepada para kader yang telah membantu dalam mencari dan menyisir warga yang rumahnya belum memiliki tangki septik pribadi.

Baca juga:  Pemkot Tangsel Tertibkan PKL Pasar Ciputat, Pilar Saga Ingin Sulap Jadi Kawasan Kuliner Seperti Malioboro

Menurutnya, tangki septik pribadi memiliki manfaat besar dalam mencegah penyakit yang disebabkan oleh pembuangan limbah rumah tangga ke saluran air atau got.

“Manfaatnya apa septictank pribadi ini? Ya tadi disampaikan oleh penerima manfaat bahwa limbah rumah tangga tentu saja tidak akan dibuang langsung ke saluran. Kalau dibuang ke saluran, dibuang ke got itu nanti akan menimbulkan penyakit,” jelas Benyamin Davnie.

“Penyakit itu ke siapa? Yang kena adalah keluarga yang bersangkut, dan bisa jadi sekitar. Nah, penyakit yang ada di lingkungan kita, bisa menular dan lain sebagainya tandanya rumah kita tidak sehat, tidak bersih,” bebernya.

Baca juga:  Pemkot Tangsel Tanggung BPJS Ketenagakerjaan Ribuan Redkar

Sementara, Sekretaris Dinas Cipta Karta dan Tata Ruang (DCKTR) Tangsel, Hadi Widodo mengatakan, dengan program pembangunan tangki septik tersebut, diharapkan masyarakat Tangerang Selatan semakin sehat.

“Saya kembalikan kepada para penerima manfaat, bagaimana septictank ini benar-benar dimanfaatkan supaya bisa dirawat, supaya septictanknya berfungsi,” jelas Hadi Widodo.

“Tidak ada lagi pembuangan limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai atau got, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat,” ungkapnya.