Pemilik Unit Apartemen Green Lake View Ciputat Resah, Developer SARTIKA CIPTA SEJATI Diduga Sengaja Menunda SHMSRS Dan Pembentukan PPPSRS
Uncategorized

Pemilik Unit Apartemen Green Lake View Ciputat Resah, Developer SARTIKA CIPTA SEJATI Diduga Sengaja Menunda SHMSRS Dan Pembentukan PPPSRS

ASRINEWS.COM, TANGERANG SELATAN
Sudah lebih dari 10 (sepuluh) tahun, para pemilik Tower B, C dan E, di Apartemen Green Lake View (GLV) Ciputat, dibuat resah oleh Pengelola Gedung, apalagi yang terakhir masalah kenaikan IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan).

Hal ini diutarakan oleh salah satu pemilik unit di apartemen GLV Tower B, Roro Yani Poesponegoro yang didampingi pemilik unit lainnya (Dian, Aprida dan Syaiful) kepada awak media, pada Kamis siang (08/02/2024).

“Tanpa musyawarah, tiba-tiba IPL dari Rp.12.500 dinaikkan menjadi Rp.15.500, pada tagihan Desember 2023, tentu ini memberatkan kami sebagai penghuni (Pemilik unit). Kenapa hal ini tidak dibicarakan dulu antara Pengelola dan Pemilik unit,” ujarnya.

Kemudian Ibu yang memiliki beberapa unit ini menyebutkan, jika tidak dibayar, maka muncul surat peringatan pertama dan surat peringatan kedua, dengan ancaman bahwa aliran listrik dan aliran air akan dimatikan secara sewenang-wenang oleh Pengelola yang notabene biaya operasionalnya, dibayar oleh Pemilik unit, tapi dikoordinir oleh Developer, untuk mengintimidasi dan tidak pernah ada niat baik dan memberikan toleransi sedikit pun.

“Dan ini sudah terjadi, kemarin sore sekitar jam 15:00 WIB tanggal 7 Februari 2024, beberapa unit dalam keadaan masih dihuni (ada yang punya anak kecil juga), dimatikan listriknya oleh Pengelola (baca: Developer), karena sebagian Pemilik menolak adanya kenaikan IPL yang dibayarkan ke Virtual Account dan walaupun Pemilik telah membayar ke rekening PT. Sartika Cipta Sejati, di BCA Nomer: 198xxxxx0073, di beberapa hunian di Tower dan lantai yang berbeda, listrik dan air tetap dimatikan oleh Pengelola. Parahnya lagi, tanggal 8-10 Februari, Pengelola mengirim surat bahwa libur – betapa kebetulan sekali,” tambahnya.

Padahal ada unit yang telah dijual dan dimiliki, tetapi tdak dihuni dan telah menunggak IPL bertahun-tahun, Pengelola (baca: Developer) tidak melakukan tindakan apa pun kepada Pemiliknya. Sebaliknya terhadap Pemilik dan Penghuni yang menghuni (baca: mendukung operasional pengelolaan gedung setiap bulannya) dan secara rutin melakukan pembayaran, Developer berlaku semena-mena.

“Kami pemilik unit apartemen, bukannya menolak kenaikan IPL, namun yang dipermasalahkan adalah, selama lebih dari 10(sepuluh) tahun, tidak pernah ada Laporan Keuangan yang diaudit oleh Akuntan Publik yang dilaporkan kepada Pemilik,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Umum Paguyuban Pemilik Unit Apartemen GLV Ciputat, Hidayat Rachman yang didampingi Sekjen Joanes (mewakili pemilik unit apartemen) menyampaikan, ada 3 (tiga) hal penting yang itu memang hak kami.

“Kami menuntut dan meminta kesadaran Pelaku Pembangunan atau Developer PT. Sartika Cipta Sejati (CEMPAKA GRUP), untuk segera melakukan, 1. Penyelesaian pengurusan SHMSRS (Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun), 2. Dibentuknya PPPSRS (Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun) yang difasilitasi oleh Developer, 3. Menolak kenaikan IPL karena tidak sesuai dengan UU dan 4. IPL seharusnya dibayarkan oleh Developer sesuai PP 13/2021 Pasal 82 ayat 6,” sebutnya.

Salah satu upaya yang dilakukan anggota Paguyuban GLV Ciputat, adalah bersurat pada 17 Oktober 2023 kepada Pemkot Tangsel perihal keluhan-keluhan yang disebutkan di atas.

Tanggal 6 November 2023, Kasi Perkimta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Pemkot Tangsel berkenan menerima keluhan perwakilan Paguyuban GLV, dan meminta, agar Pemkot Tangsel selaku regulator, menjadi fasilitator dan pendorong untuk PT. Sartika Cipta Sejati melakukan dan memenuhi kewajiban yang selama 10 tahun diabaikan.

“Tanggal 6 Februari 2024 kemarin, kami senang dan bersyukur sekali, mendapat kesempatan beraudensi ke jajaran Pejabat Pemkot Tangsel. Setelah mendengar paparan dari Sekjen Paguyuban (Joanes), ASDA 2 dan dinas yang terlibat, akan melakukan inventarisasi masalah dan check list perizinan. Setelah Pilpres, akan segera melakukan inspeksi ke bangunan dan fasilitas yang ada di Apartemen GLV Ciputat, terkait pemenuhan SLF,” lanjut Ketum Paguyuban GLV Ciputat.

Sampai berita ini ditayangkan, Viktor Manusama – Building Manager dari Leads Property – Pengelola Gedung Apartemen GLV Ciputat, belum bisa dikonfirmasi.
(AW)