Tangerang Selatan, asrinews.com – Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio pada Kamis (25/07/2024).
Kegiatan yang digelar di Aula lantai 8 RSU Tangsel tersebut menyasar anak-anak usia 0 sampai dengan 7 tahun (0 sampai dengan 8 tahun kurang sehari) atau 0 sampai dengan 7 tahun (0 sampai dengan 7 tahun 11 bulan 29 hari). Hal ini dilakukan demi menyukseskan pencanangan dari Presiden melalui Kementerian Kesehatan karena Kejadian Luar Biasa (KLB) virus polio tipe 2 di Indonesia.
“Jadi PIN Polio ini sasarannya anak-anak berusia 0 sampai dengan 7 tahun (0 sampai dengan 8 tahun kurang sehari) atau 0 sampai dengan 7 tahun (0 sampai dengan 7 tahun 11 bulan 29 hari).. Diadakan karena adanya KLB Polio tipe 2 di Indonesia. Makanya oleh Presiden melalui menteri kesehatan dicanangkan PIN Polio ini,” ucap dokter spesialis anak, dr. Runtika Dewi, Sp.A.

Dokter Runtika memaparkan, sebanyak 150 anak telah mendaftar di RSU Tangsel guna di vaksinasi.
“Kalau di Tangsel saat ini yang mendaftar sudah 150 anak. Kami menyiapkan tiga pial yang jumlahnya 150 dosis atau 150 orang. Untuk pendaftaran awal nya online tapi kalo yang ingin datang one the spot kami fasilitasi selama stok masih ada. Semoga dengan cakupan yang semakin meningkat, kita bisa mengeliminasi polio ini,” paparnya.
Menurutnya, vaksinasi dapat dilakukan pada anak yang sehat. Jika anak yang sedang demam tinggi atau sakit keras harus ditunda dulu sampai sehat dan lalu diberikan penanganan.
“Jadi imunisasi atau vaksinasi polio ini dilakukan pada anak yang sehat. Kalau anak yang sedang demam tinggi atau sakit keras atau sedang diare sebaiknya ditunda dulu sampai dengan dia sehat,” ujarnya.

Perlu diketahui, virus polio tersebut bisa menyebabkan lumpuh layu pada anak dan berlangsung permanen atau seumur hidup pada anak. Maka dari itu, pemerintah mencanangkan program Vaksin Polio sejak dahulu. Mengingat sejauh ini belum ada obat yang bisa mengatasi penyakit tersebut.
“Seperti yang kita tahu, virus polio ini kan bisa menyebabkan lumpuh layu yang berlangsung permanen seumur hidup ya. Yang sampai saat ini belum ada obatnya,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, dokter Runtika menghimbau kepada masyarakat agar segera membawa buah hatinya untuk mengikuti imunisasi polio.
“Karena Indonesia sudah ditetapkan oleh WHO sebagai salah satu negara yang beresiko terhadap penularan virus polio. Maka sebaiknya kita melaksanakan PIN polio ini. Jadi orang tua, masyarakat tidak perlu takut. Sebab dengan imunisasi ini, anak yang terlindung dari penyakit polio akan semakin banyak,” pungkasnya.
(Bsh/Adv)
