DPP GAN Tinjau Program Ketahanan Pangan Berbasis Maggot dan Tanaman Air di Banten

Banten – Dalam rangka meningkatkan efektivitas program ketahanan pangan secara nasional, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garuda Astacita Nusantara (GAN) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Banten, Kamis (tanggal disesuaikan).

Rombongan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP GAN, Erlambang Tri Sakti, didampingi jajaran pengurus lainnya. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung kegiatan pembinaan anggota GAN di tingkat DPW Banten yang dipimpin oleh Harsya Wardhana.

Salah satu fokus utama pembinaan adalah pengembangan budidaya pakan ternak alternatif melalui sistem simbiosis mutualisme. Program ini mengintegrasikan budidaya tanaman air seperti azolla, kiambang, dan pengolahan maggot, yang secara ekonomis menjadi alternatif pakan ternak di tengah tingginya harga pakan di pasaran.

Baca juga:  Bea Cukai dan Kejaksaan Musnahkan Barang Kena Cukai Ilegal Senilai Rp53,76 Miliar di Banten

“Program ini menjadi bagian dari hulu penguatan ketahanan pangan, dimulai dari pembibitan ikan, unggas ayam, dan bebek yang seluruh pakannya berasal dari komoditas lokal seperti azolla, kiambang, dan maggot,” jelas Erlambang.

Konsep yang diterapkan DPW GAN Banten ini dinilai sejalan dengan program ASTACITA Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam hal ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Selain memanfaatkan lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif, pembinaan dilakukan langsung kepada kelompok-kelompok masyarakat yang disiapkan untuk menjadi pelaku aktif dalam program ini. Tujuannya, agar masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, tetapi juga memperoleh nilai tambah ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  DPP Garuda Astacita Nusantara Bahas Ketahanan Pangan dengan Direktorat Buah dan Florikultura Kementan

Kegiatan ini turut melibatkan kolaborasi dengan Gerakan Cinta Prabowo (GCP). Kolaborasi ini bertujuan untuk menguatkan misi sosial ekonomi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Banten.

“Dengan sinergi yang kuat antara organisasi masyarakat dan visi pemerintah pusat, kami optimistis program ini akan menjadi percontohan nasional dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan dan inklusif,” tutup Erlambang.(Adt)