Banjir Melanda Perumahan Pondok Pucung Indah, Korban Banjir Minta Gubernur Baru Turun Tangan

Tangerang Selatan – Warga RT 01, RW 06 Kemuning Raya, Perumahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, kembali dihantui banjir yang menggenangi area permukiman mereka hingga mencapai ketinggian di atas lutut.

Kejadian banjir yang terjadi pada malam kemarin menyisakan kerugian materi, meski tidak ada barang elektronik atau kendaraan yang terendam. Namun, sejumlah pot tanaman hias dan pohon-pohon yang tertanam di depan rumah warga ikut hanyut terbawa arus.

“Teras saya tinggi, tapi air tetap naik, bisa sekitar 1 meter. Air comberannya itu bau banget, itu yang paling mengganggu kami,” ucap Odah kepada wartawan beberapa waktu lalu melalui sambungan WhatsAppnya.

Menurut warga, banjir kali ini dipicu oleh buruknya kondisi saluran air atau got yang ada di sekitar permukiman. Mereka berharap adanya perbaikan, seperti pendalaman saluran dan pemasangan gorong-gorong yang lebih baik, untuk mengatasi genangan air yang selalu datang saat hujan deras.

Diketahui, perumahan Pondok Pucung Indah merupakan perumahan tertua di kecamatan Pondok Aren khususnya. Dibangun pada tahun kisaran 1980, membuat pengembang besar sekelas Jaya Real Properti berani untuk berinvestasi di wilayah tersebut.

Baca juga:  Warga Pondok Hijau Minta Kompensasi, Lurah Pisangan Fasilitasi Mediasi dengan Pengembang Balboa

Dari pantauan wartawan, banyaknya bangunan liar (Bangli) yang mengganggu jalur air memperburuk saluran air utama jalan Kemuning dengan volume debit air yang tinggi sehingga jalur utama akses masuk ke perumahan tersebut dapat di pastikan lumpuh saat hujan.

“Motor, mobil nggak ada yang berani lewat tadi malam,” kata salah satu warga lain yang hendak melintas.

Meski tak ada kendaraan yang terendam, air yang menggenang cukup parah hingga membuat beberapa barang terhanyut. Sementara itu, Rina, seorang warga setempat, yang tinggal di dekat gereja, mengungkapkan bahwa rumahnya tidak terdampak banjir, namun kondisi di sekitar Kampung Rawa sangat buruk.

“Banjirnya sampai ke dalam rumah,” jelasnya, menambahkan bahwa banjir kali ini semakin memperburuk keadaan yang sudah sering terjadi.

Para warga setempat berharap agar pemerintah, khususnya gubernur yang baru, turun langsung melihat kondisi kompleks perumahan Pondok Pucung, yang sudah bertahun-tahun menghadapi masalah serupa.

Baca juga:  Permasalahan Nasabah KUR BRI Karang Tengah Kota Tangerang disorot, Ombudsman Banten Akan Pelajari Kasusnya

“Kami ingin Gubernur turun, melihat langsung kondisi kami di Kemuning Raya, karena sudah puluhan tahun banjir selalu datang,” kata Odah

Kebutuhan akan solusi permanen semakin mendesak, terutama bagi warga yang tinggal di daerah yang rentan banjir. Untuk itu, mereka berharap perhatian lebih dari pihak terkait agar masalah ini segera teratasi dan tidak terus-menerus merugikan warga.

“Harapannya, pemerintah bisa turun tangan segera, terutama dari Gubernur yang baru,” ujarnya, menegaskan pentingnya perhatian pemerintah untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

Berbeda dengan yang di alami Odah, banjir yang terjadi pada Senin malam (8/4) datang dengan cepat ini menggenangi rumah-rumah warga hingga masuk ke dalam ruang tamu, dapur, dan kamar tidur.

Warga RT 06, Mutia, mengungkapkan rasa kelelahan dan kesulitan saat membersihkan rumahnya yang terendam air. Menurutnya, penyebab utama banjir kali ini adalah posisi perumahan yang terletak di bawah, sehingga air dari arah Rumah Sakit IMC dan Vila Bintaro mengalir turun ke wilayah mereka.

Baca juga:  Puluhan Reklame Tanpa Izin Diturunkan Satpol PP di Alam Sutera dan Bintaro

“Air banjir ini sampai masuk ke dalam rumah, ke kamar, ke ruang tamu, ke dapur. Sangat capek dan melelahkan untuk membersihkannya,” ujarnya

Banjir yang menggenangi wilayah tersebut diperkirakan mencapai ketinggian lebih dari lutut orang dewasa. Bahkan, air yang masuk ke dalam rumah warga membawa bau tidak sedap, termasuk air comberan dari saluran got yang tersumbat.

Mutia berharap pemerintah daerah, termasuk Lurah, Camat, dan aparat setempat, dapat memberikan perhatian lebih terhadap masalah ini dan segera mencari solusi untuk mengatasi banjir yang sering melanda kawasan tersebut.

Warga Pondok Pucung pun berharap, dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah, Propinsi dan juga pusat, perumahan mereka dapat terbebas dari ancaman banjir yang terus mengganggu kehidupan sehari-hari.(Adt)