Foto penulis Arah Baru Politik Urang Sunda di Kawasan Gunung Padang, Cianjur

Arah Baru Politik Urang Sunda: PSM Inisiasi Rembuk Pemuda Sunda

OPINI, asrinews.com Saat ini, keterlibatan masyarakat Sunda dalam politik nasional tampak lemah dan terpinggirkan. Prestasi tertinggi yang dicapai oleh tokoh Sunda dalam politik nasional adalah ketika Jenderal TNI (Purn.) H. Umar Wirahadikusumah menjabat sebagai Wakil Presiden di era Soeharto dan KH. Ma’ruf Amin yang menjabat sebagai Wakil Presiden saat ini. Namun, keduanya lebih dikenal sebagai Jenderal TNI dan petinggi Nahdlatul Ulama, bukan karena kesundaannya. Dalam situasi inilah pentingnya diadakan acara “Rembuk Pemuda Sunda” yang diinisiasi Paguyuban Sunda Muda (PSM).

Secara demografis, etnis Sunda merupakan etnis dengan populasi terbesar kedua di Indonesia setelah etnis Jawa. Belum lagi, menurut Databoks Katadata, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak secara nasional, mencapai 35.714.901 pemilih.

Baca juga:  Kursi Wakapolri Kosong, PSM Anggap Irjen Pol. Karyoto Calon Ideal

Kita perlu menyadari bahwa partisipasi politik adalah hak dan tanggung jawab setiap warga negara. Namun, ada faktor-faktor tertentu yang seringkali menghambat partisipasi ini, seperti kurangnya pendidikan politik, minimnya figur inspiratif, dan ketidakpercayaan terhadap sistem politik itu sendiri. “Rembuk Pemuda Sunda” hadir untuk mengatasi masalah-masalah ini dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis pada kearifan lokal.

Pertama, acara ini bertujuan untuk mengedukasi pemuda Sunda tentang pentingnya keterlibatan dalam politik. Dengan membahas keterbatasan keterlibatan masyarakat Sunda di tingkat politik nasional dan mencari solusi, acara ini dapat membuka mata pemuda tentang peran penting yang bisa mereka mainkan. Edukasi politik yang baik akan membekali pemuda dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif dalam proses politik.

Baca juga:  PSM Soroti 3 Aspek Kepemimpinan Jawa Barat dan Banten

Kedua, “Rembuk Pemuda Sunda” berfungsi untuk mengangkat kembali tokoh-tokoh bersejarah seperti Djuanda Kartawidjaja, Otto Iskandardinata, Dewi Sartika dan banyak tokoh berdarah Sunda lainnya. Dengan mengenalkan kembali prestasi dan perjuangan mereka, kita dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam politik. Sejarah membuktikan bahwa orang Sunda memiliki potensi besar untuk memimpin dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Ketiga, acara ini menjadi platform untuk pencarian kandidat yang akan bertarung dalam Pilkada Serentak 2024. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa pemuda dan masyarakat memiliki pilihan yang berkualitas dalam memilih pemimpin mereka. Dengan mendiskusikan dan merekomendasikan calon-calon tokoh politik yang potensial, kita dapat memperkuat demokrasi di tingkat lokal dan nasional.

Baca juga:  Jadi Representasi Sunda, PSM Nyatakan Dukungan untuk Airin di Pilgub Banten 2024

Selain itu, “Rembuk Pemuda Sunda” juga merumuskan rencana tindak lanjut untuk mendukung calon-calon yang direkomendasikan. Ini menunjukkan komitmen untuk tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak dalam upaya memperbaiki keterlibatan politik masyarakat Sunda. Solidaritas dan jaringan yang dibangun melalui acara ini akan menjadi fondasi kuat bagi gerakan pemuda Sunda dalam memperjuangkan hak dan kepentingan mereka.

Dengan demikian, “Rembuk Pemuda Sunda” bukan hanya sekedar acara, tetapi juga gerakan strategis untuk meningkatkan keterlibatan politik dan memperkuat identitas budaya Sunda. Semoga acara ini menjadi titik awal kebangkitan dan pemberdayaan pemuda Sunda dalam kancah politik nasional.

YAKIN, TIGIN, TINEKANAN


Oleh: Pirmansyah: Sekretaris Paguyuban Sunda Muda/Ketua Pelaksana Rembuk Pemuda Sunda