Jakarta, AsriNews – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat telah melalui tahun 2024 dengan berbagai capaian penting, tantangan, dan peluang baru. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Firdaus, SMSI berhasil memperkuat posisi organisasi melalui berbagai program strategis, terutama di bidang organisasi, pengembangan daerah, dan pendataan media siber ke Dewan Pers.
Penguatan Organisasi dan Pembentukan Badan Otonom
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Daerah, dan Pendataan, Yono Hartono, dalam laporannya menyebutkan bahwa konsolidasi internal SMSI berjalan optimal sepanjang tahun 2024. Kepengurusan di 34 provinsi berhasil diperkuat melalui pelatihan dan workshop peningkatan kompetensi. Selain itu, pedoman kerja dan SOP organisasi diperbarui untuk mendukung kinerja yang lebih terstruktur.
“SMSI juga membentuk badan otonom, seperti Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred) untuk meningkatkan profesionalisme pemimpin redaksi serta Millennial Cyber Media (MCM) untuk memberdayakan generasi muda,” kata Yono. Selain itu, Media Crisis Centre (MCC) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers juga didirikan untuk mendukung kebutuhan anggotanya.
Pengembangan Daerah dan Kerja Sama Strategis
Di bidang daerah, SMSI membentuk cabang baru di sejumlah kabupaten/kota strategis. Program kerja di tingkat pusat dan daerah diselaraskan agar visi dan misi organisasi berjalan sinergis. Kerja sama strategis, seperti dengan Kementerian Sosial RI, menjadi salah satu pencapaian utama, termasuk pembangunan lingkungan dan taman di Mancak, Kabupaten Serang.
Pendataan dan Verifikasi Media
Verifikasi media anggota SMSI ke Dewan Pers menjadi prioritas lain tahun ini. Meskipun ada kemajuan, banyak media yang masih menghadapi kendala administrasi dan teknis untuk memenuhi standar Dewan Pers.
“Sistem digital telah diluncurkan untuk mempermudah pendataan media dan pengajuan verifikasi. Pendampingan intensif kepada anggota juga terus dilakukan,” ungkap Yono. SMSI juga meningkatkan koordinasi dengan Dewan Pers untuk mempercepat proses ini.
Tantangan dan Harapan di Tahun Mendatang
Beberapa tantangan yang dihadapi SMSI antara lain kurangnya pemahaman di beberapa daerah tentang pentingnya verifikasi media serta perbedaan regulasi yang memengaruhi operasional cabang. Meski begitu, SMSI optimis memasuki tahun 2025 dengan melanjutkan program pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi bersama Dewan Pers.
“Dengan dukungan semua pihak, kami percaya SMSI dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam memperkuat ekosistem media siber di Indonesia,” tutup Yono.
