Pemkot Tangsel lanjutkan Pembangunan Infrastruktur Gedung Sekolah dan Fasilitas Umum di Kecamatan

Asrinews.com, Tangerang Selatan – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur pendidikan dan fasilitas umum di berbagai kecamatan.

Benyamin meresmikan Gedung Baru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 di wilayah Kecamatan Ciputat Timur. Selain gedung sekolah, dua balai warga di Kelurahan Rengas dan Kelurahan Cirendeu juga diresmikan secara bersamaan. Pembangunan ini bertujuan meningkatkan daya tampung dan kualitas pendidikan.

Benyamin juga meresmikan Gedung SDN 03 Jurang Mangu Barat di Kecamatan Pondok Aren. Gedung baru ini dilengkapi fasilitas modern untuk mendukung proses belajar-mengajar. Proyek ini merupakan upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Tangsel, terutama di daerah yang sebelumnya memiliki fasilitas kurang memadai.

Selanjutnya, di Wilayah Kecamatan Serpong, Benyamin Davnie juga meresmikan gedung baru di SMPN 7 Tangsel. Penambahan ini merupakan upaya pemerintah kota untuk mengatasi masalah daya tampung di sekolah-sekolah negeri.

Baca juga:  Road to Tangsel Marathon Memasuki Kecamatan Ciptim, Diikuti Ribuan Peserta

Selain itu, dalam menunjang pendidikan Pemkot Tangsel juga menyediakan beasiswa bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri untuk bersekolah di 92 SMP swasta yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dengan biaya ditanggung APBD Tangsel.

Benyamin menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan mendukung fasilitas pendidikan. “Kami berharap masyarakat dan akademika menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan sekolah agar proses belajar-mengajar dapat berlangsung optimal,” ungkapnya.

“Penambahan ruang kelas ini meningkatkan kapasitas dari satu lantai dengan 9 ruang kelas menjadi 32 ruang kelas. Hal ini dilakukan agar kita dapat menampung lebih banyak siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan,” tambah Benyamin.

Benyamin menjelaskan, penambahan ruang kelas sangat penting mengingat tingginya rasio jumlah siswa di kelas yang seringkali melebihi kapasitas ideal.

“Satu ruang kelas idealnya untuk 30-34 siswa. Namun, kenyataannya seringkali lebih yang mengganggu proses belajar-mengajar,” tambahnya.

Selain masalah kapasitas jumlah siswa dalam satu ruangan, Benyamin juga menyebutkan tantangan dalam menyeimbangkan jumlah sekolah negeri dan swasta. Tahun ini, pendaftar ke SMP Negeri di Kota Tangerang Selatan mencapai 19.000 siswa, sedangkan daya tampung hanya 7.000 siswa.

Baca juga:  Diskominfo Perluas Wifi Gratis ke 58 PKBM di Tangsel

“Ini menunjukkan perlunya penambahan ruang kelas dan unit sekolah baru untuk mengatasi lonjakan pendaftar,” tegasnya.

Sementara, SMP Negeri masih menjadi pilihan utama semua orang tua dan murid dibandingkan dengan sekolah swasta. Sehingga, pendaftar ke sekolah negeri selalu naik jumlahnya setiap tahun.

Untuk mengatasi ketimpangan peminatan antara sekolah negeri dan swasta, Benyamin mengungkapkan strategi yang telah diimplementasikan oleh pemerintah kota yakni pembiayaan biaya personal murid tersebut jika masuk ke 92 SMP swasta di Kota Tangsel ini.

“Ketika mendaftarkan sekolah anak, di bawah formulir pendaftaran itu ada list SMP swasta yang lain dan harus diisi. Itu ada 92 SMP swasta yang koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kita, daftar ke situ, kalo gak keterima di SMP Negeri, dia (siswa) langsung masuk ke SMP swasta. Biaya personal kami (Pemkot Tangsel) yang bayar,” jelasnya.

Baca juga:  Wali Kota Ingatkan Pengelola Gedung Tinggi di Tangsel Siapkan MKKG

Ia mengingatkan para orang tua juga untuk tidak khawatir saat memasukkan anaknya ke sekolah swasta, karena selain pemerintah Kota Tangsel telah menanggung biaya personal siswa tersebut, sekolah swasta juga masih tetap mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat yang bertujuan meringankan beban siswa dan murid.

“Jadi ini strategi kami untuk bukan saja semata-mata membangun ruang kelas baru, tetapi juga memang mendorong anak-anak kita untuk bersekolah di sekolah-sekolah swasta,” jelasnya.

Sementara itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Deden Deni, mengungkapkan, revitalisasi gedung-gedung sekolah terus dilakukan oleh Pemkot Tangsel.

“Tahun depan kita rencanakan kurang lebih 6 ya yang direvitalisasi baik SD maupun SMP. Masih didiskusikan dengan Dinas Bangunan,” jelasnya.

Hal ini perlu dilakukan untuk menjawab kebutuhan daya tampung, sekaligus memberikan rasa kenyamanan dalam belajar mengajar.