Jakarta — Asosiasi Pengemudi Ojek Online (Ojol) Garda Indonesia berencana menggelar aksi demonstrasi pada Selasa, 17 September 2025. Aksi ini akan diikuti sedikitnya 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Rencana aksi tersebut dipaparkan dalam pendalaman yang berlangsung di Sekretariat Garda Indonesia, Jl. Raya Kodam No.6, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Yudha, selaku Divisi Humas Garda Indonesia yang juga berprofesi sebagai pengemudi ojol, menjelaskan bahwa persiapan aksi sudah berjalan dan sejumlah perwakilan daerah telah tiba di Jakarta.
“Peserta aksi berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Jakarta, Bandung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, Lampung, hingga Papua. Mereka sudah bergabung dengan kami di sekretariat,” kata Yudha.
Susunan Aksi
Massa aksi dijadwalkan berkumpul sejak pukul 08.00 WIB di Sekretariat Garda Indonesia. Pada pukul 10.00 WIB, mereka akan melakukan konvoi menuju Istana Negara, Kementerian Perhubungan, dan DPR RI. Yudha menegaskan bahwa aksi ini tidak melibatkan penggalangan dana dari luar.
“Pendanaan murni berasal dari iuran anggota dan kas organisasi,” ujarnya.
Tuntutan dan Harapan
Garda Indonesia menyoroti potongan 20 persen yang diberlakukan perusahaan aplikasi transportasi online. Menurut mereka, potongan tersebut memberatkan pengemudi.
“Kami menuntut agar potongan diturunkan menjadi maksimal 10 persen. Untuk itu, kami meminta DPR segera merancang undang-undang yang menjadi acuan bagi aplikator dalam menentukan potongan,” ungkap Yudha.
Selain itu, Garda Indonesia yang memiliki 18 cabang di seluruh Indonesia berharap aksi ini membuka pintu dialog dengan wakil rakyat. “Kami berharap DPR RI bersedia melakukan audiensi dengan Ketua Umum Garda Nasional, Igun Wicaksono,” kata Yudha.(Riz)
