Tangerang Selatan, Asrinews — Bagi Anda yang sering melintas di kawasan BSD menuju Pamulang, bersiaplah untuk lebih waspada. Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) resmi memulai proyek rekonstruksi di sepanjang Jalan Rawa Buntu sejak Minggu (18/10) malam.

Proyek perbaikan ini menyasar jalur dari simpang lampu merah Ruko Kencana Raya hingga pertigaan Taman Tekno–Buaran. Tahap awal dimulai dengan pengupasan lapisan aspal lama (scraping) menggunakan alat berat khusus cold milling machine.

Namun, dari hasil “pembedahan” awal tersebut, petugas menemukan masalah yang lebih mendasar di balik lapisan aspal yang dikupas.

Ditemukan Kerusakan Beton di Dua Titik Utama

Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Ahmad Fatulloh, mengungkapkan bahwa pengupasan aspal sengaja dilakukan untuk mengecek kondisi riil fondasi di bawahnya. Hasilnya, ditemukan kerusakan cukup serius pada struktur beton (rigid pavement) di dua lokasi:

 

1. Segmen Pertama: Area sekitar lampu merah Ruko Kencana Raya hingga sebelum SPBU (Panjang ±45 meter, lebar 6 meter).

2. Segmen Kedua: Depan Bank Mandiri hingga pertigaan Jalan Tekno Widya–Buaran (Panjang ±121 meter, lebar 6 meter).

“Kerusakan yang ditemukan memerlukan perbaikan langsung pada struktur betonnya, bukan sekadar pelapisan ulang aspal (overlay). Oleh karena itu, kedua titik ini menjadi prioritas utama kami,” jelas Ahmad.

Pakai Beton Khusus ‘Fast Track’ Agar Cepat Rampung

 

Untuk menangani kerusakan tersebut, tim teknis akan melakukan pembongkaran (excavation) pada beton yang rusak dan menggantinya dengan pengecoran beton mutu tinggi K-350 fast track.

Penggunaan jenis beton ini memungkinkan proses pengeringan jauh lebih cepat—hanya membutuhkan waktu pemeraman sekitar 3 hari—sebelum dilanjutkan ke tahap pelapisan aspal kembali (Asphalt Concrete–Binder Course).

Secara keseluruhan, rangkaian pekerjaan dari pembongkaran hingga pengecoran beton diperkirakan memakan waktu sekitar dua minggu.

Imbauan Penting untuk Pengguna Jalan

Selama proses pengerjaan berlangsung, jalan akan mengalami perbedaan ketinggian akibat pengupasan aspal. Hal ini berpotensi menyebabkan permukaan jalan menjadi tidak rata, licin, dan memicu kepadatan arus lalu lintas karena adanya penyempitan lajur.

Ahmad mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara sepeda motor, untuk ekstra hati-hati:

Kurangi kecepatan saat mendekati zona perbaikan.

Jaga jarak aman dan hindari pengereman mendadak.

Patuhi rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan.

“Kami memohon dukungan dan pengertian dari seluruh masyarakat. Penanganan ini dilakukan demi kenyamanan dan keselamatan kita bersama agar kualitas Jalan Rawa Buntu jauh lebih mantap ke depannya,” tutup Ahmad.