Bedah Buku Sejarah di Kudus: “Menghadang Kubilai Khan” Jadi Bahan Refleksi Bangsa

Kudus – Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus bersama Pemerintah Kabupaten Kudus akan menggelar diskusi dan bedah buku “Menghadang Kubilai Khan” karya AJ Susmana pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Acara tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati Kudus mulai pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini menghadirkan penulis buku, AJ Susmana, serta dua narasumber, yaitu Adhitia Armitrianto (Ketua JAKER Jawa Tengah) dan Imam Khanafi dari Pojok Kliping & Phos Collective.

Baca juga:  Aktivis JAKER Bedah Buku Upaya Kembangkan Prestasi dengan Literasi di SMPN 2 Margasari Tegal

Ketua JAKER Kudus, Wahyu Deseptian, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia dan HUT ke-32 JAKER. Menurutnya, acara tersebut bertujuan menghidupkan kembali tradisi literasi dan ruang diskusi publik di Kudus.
“Kami ingin mendorong masyarakat Kudus untuk semakin dekat dengan literasi, sejarah, dan kebudayaan. Buku Menghadang Kubilai Khan membuka ruang refleksi tentang perjalanan bangsa serta relevansinya bagi generasi sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, AJ Susmana menyambut positif inisiatif JAKER bersama Pemkab Kudus. Ia menilai forum diskusi menjadi sarana penting untuk mempertemukan penulis, karya, dan pembaca.
“Diskusi dan bedah buku adalah jembatan antara penulis, karya, dan pembaca. Saya berharap acara ini menjadi kesempatan untuk bertukar gagasan dan menumbuhkan semangat kritis di kalangan masyarakat,” katanya.

Baca juga:  Aktivis JAKER Bedah Buku Upaya Kembangkan Prestasi dengan Literasi di SMPN 2 Margasari Tegal

Selain sesi diskusi, panitia menyiapkan e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi bagi peserta. Acara ini terbuka untuk masyarakat umum, kalangan akademisi, mahasiswa, pelajar, komunitas budaya, hingga pegiat literasi.

Melalui kegiatan ini, JAKER Kudus berharap semakin banyak ruang dialog yang terbangun, sehingga Kudus tidak hanya dikenal sebagai kota industri dan religius, tetapi juga sebagai kota dengan denyut literasi dan kebudayaan yang hidup.(adt)