
PEMALANG, – Ratusan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) mengikuti Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SD Tingkat Kelompok Kerja Wilayah (KWK) Pemalang Tahun 2026 yang digelar di halaman SDN 03 Widuri, Jalan Gurame, Kelurahan Widuri, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (14/10/2026).
Sejak pukul 08.00 WIB, halaman sekolah tersebut dipadati peserta yang mengenakan busana Islami. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta prestasi di bidang pendidikan agama Islam dan seni Islami.
Acara tersebut dihadiri Lincik Ufirul, S.Pd., M.Pd., selaku KWK Pemalang beserta jajaran; Ahmad Munawir, S.Pd., SD, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dindikpora Kabupaten Pemalang beserta jajaran; Freddy Kristianto, S.Pd., selaku ketua panitia; para kepala sekolah SD di wilayah KWK Pemalang; serta ratusan siswa yang menjadi peserta lomba.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan selawat Nabi, pembacaan ayat-ayat pendek Al-Qur’an, serta sambutan dari KWK Pemalang sekaligus pembukaan resmi kegiatan.
Dalam sambutannya, Lincik Ufirul menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus mengapresiasi kerja keras kepala sekolah dan para guru yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran demi kelancaran Lomba MAPSI SD Tingkat KWK Pemalang Tahun 2026.
“Alhamdulillah, saya bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada kita semua. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah dan guru yang sudah bekerja keras sehingga acara Lomba MAPSI SD Tingkat Kecamatan Pemalang Tahun 2026 ini dapat terlaksana,” ujar Lincik.
Ia kemudian secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan mengucapkan basmalah.
Sementara itu, Ketua Panitia, Freddy Kristianto, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari sekitar 100 SD di wilayah Kecamatan Pemalang. Setiap sekolah mengirimkan lima peserta atau lebih, bergantung pada jumlah cabang lomba yang diikuti.
Menurut Freddy, sejumlah cabang lomba yang diselenggarakan di antaranya seni khat Al-Qur’an putra dan putri serta seni kaligrafi putra dan putri.
Freddy berharap kegiatan MAPSI tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk menemukan bibit-bibit unggul di bidang seni Islami, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperkuat pendidikan karakter sejak usia sekolah dasar.
“Kami berharap melalui kegiatan MAPSI ini dapat ditemukan bibit-bibit unggul dalam bidang seni Islami, sekaligus menambah ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap para peserta dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlakul karimah, berprestasi, serta mampu membanggakan orang tua dan guru. Nilai-nilai agama Islam diharapkan dapat menjadi landasan bagi siswa dalam membangun karakter dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Melalui penyelenggaraan Lomba MAPSI SD Tahun 2026, dunia pendidikan di Kecamatan Pemalang diharapkan semakin mampu mendorong keseimbangan antara pencapaian akademik, pengembangan bakat, dan pembentukan karakter religius peserta didik.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat sejak dini.
Penulis: Susmono




