RSU Tangsel Siapkan Kateterisasi jantung dan ICCU Dimulai pada Tahun 2025
Banten Regional

RSU Tangsel Siapkan Kateterisasi jantung dan ICCU Dimulai pada Tahun 2025

Asrinews.com, Tangerang Selatan – Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi rumah sakit rujukan jantung. Namun, upaya itu akan dilaksanakan bertahap dimulai pada tahun 2025.

Saat ini, sebenarnya pelayanan penyakit jantung sudah berjalan meski cakupannya terbatas. Beberapa fasilitas pendukung pun telah tersedia. Mengejar proyeksi itu mulai tahun 2025, maka kebutuhan lain seperti Sumber Daya Manusia (SDM) dan peralatan tengah disiapkan.

“Untuk di tahun 2025 layanan kita ada persiapan penambahan memang, program khusus dari kementerian kesehatan, kita ditunjuk sebagai rujukan jantung,” kata Kepala Bagian Tata Usaha RSU Tangsel, Oco SKM.MKM, di sela kegiatan Forum Gabungan Perangkat Daerah di Aula RS Sari Asih, Ciputat, Tangsel, Kamis (29/02/24).

“Tapi itu juga bertahap ya, karena untuk bisa mengadakan pelayanan rujukan jantung tentunya ada hal lain dari segi teknologi kesehatan harus kita persiapkan. Seperti ya ICCU (Intensive Coronary Care Unit) harus diadakan, terus kateter jantung itu juga harus dipersiapkan, tentunya itu perlu waktu,” imbuhnya.

Rujukan jantung itu sendiri berlaku untuk tingkat Kota Tangsel. Nantinya Kemenkes akan melakukan penilaian lebih dulu mengenai persyaratan yang harus dipenuhi. Setidaknya, kata Oco, tahun 2025 peralatan medis guna penanganan penyakit jantung secara bertahap sudah kian di lengkapi.

“Tahun 2025 itu baru peralatan. Kalau yang existing kami sudah bisa melayani. Dari segi SDM kita punya 3 dokter spesialis jantung, artinya kalau dalam hal kelainan jantung/ sakit jantung yang sifatnya dapat diobati dengan obat itu saat ini kita bisa,” paparnya.

Dia berharap, ke depan pelayanan bagi pasien jantung di RSU Tangsel akan semakin lengkap, di mana perawatan dan peralatan kian memadai dengan hadirnya kateterisasi jantung serta ICCU.

“Ke depannya bisa ke tingkat yang levelnya bisa meningkat lagi. Selain memberikan obat, nanti ada tindakan-tindakan yang bisa dilakukan seperti kateterisasi atau perawatan di ICCU. Ini yang belum kita punya,” tandasnya.