Kurangi Volume Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Tangsel Sosialisasi Daur Ulang
Banten Regional

Kurangi Volume Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Tangsel Sosialisasi Daur Ulang

Asrinews.com Tangerang Selatan – Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat. Selama manusia hidup, manusia akan terus menghasilkan sampah. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah akan terus menumpuk hingga menghabiskan lahan yang luas.

Padahal lahan-lahan tersebut bisa digunakan untuk membangun pemukiman, kantor, taman, fasilitas publik, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat juga harus mulai kelola sampah dengan baik mulai dari sumber, yaitu rumah kita sendiri.

“Pengelolaan sampah terbagi menjadi 2 yaitu penanganan sampah dan pengurangan sampah. Usaha yang bisa kita lakukan adalah dengan mulai mengurangi sampah. Bagaimana caranya? Salah satunya dengan Daur Ulang Sampah,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman, Jumat (01/03/24).

Dijelaskan dia, daur ulang sampah merupakan kegiatan mengolah kembali sampah atau produk habis pakai menjadi produk baru yang bermanfaat. Lalu, material apa saja yang dapat di daur ulang? diantaranya seperti kertas, plastik, kaca atau beling, logam, bahkan sampah organik.

“Bahan kertas seperti HVS, koran, kardus, majalah dan/atau buku bisa didaur ulang dengan diolah menjadi pulp (bubur kertas) lalu dicetak menjadi produk baru kertas daur ulang, tisu toilet, karton,” jelasnya.

Selain itu, bahan plastik bisa berupa jenis plastik HDPE (botol plastik keras), PET (botol plastik minuman), PVC, LDPE (kantong plastik), PP (wadah makanan/minuman), PS (alat makan plastik).

Plastik ini bisa didaur ulang menjadi produk kerajinan atau dicacah menjadi bijih plastik. Kaca atau beling dapat didaur ulang menjadi kristal kaca untuk dibentuk kembali menjadi produk kaca atau beling yang baru.

“Bahan logam diantaranya seperti besi, aluminium, kaleng, kuningan, tembaga dan lain sebagainya bisa didaur ulang dengan melelehkan logam tersebut dan kemudian dibentuk menjadi produk logam baru,” imbuhnya.

Sampah organik seperti sampah makanan, sampah dapur, dan sampah kebun juga bisa didaur ulang. Metode daur ulang sampah organik juga beragam seperti dengan menggunakan komposter, lubang biopori, maggot BSF, eco enzyme, biogas, dan lain sebagainya.

Sampah walaupun merupakan sisa kegiatan, namun ternyata masih memiliki banyak manfaat jika didaur ulang. “Dengan daur ulang, kita dapat mengurangi sampah yang akan kita buang ke TPA. Dengan daur ulang sampah, kita bisa mencegah terjadinya penumpukan sampah, sumber penyakit, dan pencemaran lingkungan,” tandasnya.