Kereta Cepat WHOOSH Angkut 3,5 Juta Penumpang dalam Hampir Setahun Beroperasi

asrinews.com, Jakarta – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) melaporkan bahwa Kereta Cepat WHOOSH telah mengangkut sekitar 3,5 juta penumpang sejak beroperasi secara komersial pada 17 Oktober 2023. General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan bahwa angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Kereta Cepat sebagai moda transportasi pilihan.

Rata-rata jumlah penumpang harian Kereta Cepat WHOOSH menunjukkan kenaikan selama beberapa bulan terakhir. Pada Juni 2024, rata-rata jumlah penumpang per hari mencapai 17.200, meningkat 3% dibandingkan Mei lalu yang mencapai 16.700 penumpang per hari, dan meningkat 26% dibandingkan April yang mencapai 13.600 penumpang per hari. 

Baca juga:  Novak appeals in court against dearless Care cancellation of Australian

“KCIC berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah menggunakan WHOOSH. Hal tersebut akan terus kami jaga untuk meningkatkan pelayanan Kereta Cepat baik di stasiun maupun selama perjalanan,” kata Eva.

Peningkatan ini juga didukung oleh penambahan perjalanan WHOOSH secara bertahap, dari 14 perjalanan menjadi 48 perjalanan per hari sejak Desember 2023. WHOOSH juga mencatatkan rekor jumlah penumpang harian tertinggi pada 27 Juni 2024, dengan 22.249 penumpang.

Baca juga:  Five easy and quick lunchbox swaps to get you eating healthy and fit forever

Menurut Eva, kenaikan volume penumpang pada akhir pekan ini juga dipengaruhi oleh libur sekolah yang sedang berlangsung. Banyak keluarga menggunakan WHOOSH untuk berlibur di Jakarta maupun Bandung.

Eva menambahkan bahwa inovasi layanan seperti pembatalan dan pengubahan jadwal secara online, penerapan tarif dinamis, layanan pemesanan rombongan, Frequent Whooser Card, Contact Center yang dapat diandalkan, kerja sama destinasi wisata, serta integrasi antarmoda turut mendukung peningkatan jumlah penumpang.

Baca juga:  How to have fantas tic trip without blowing your budget

“KCIC akan terus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk menghadirkan inovasi dan peningkatan layanan. Harapannya, akan semakin banyak masyarakat yang beralih dari transportasi pribadi ke transportasi publik yang ramah lingkungan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *